Bawaslu Magetan Mendengar Suara Kaum Difabel
|
Bawaslu Magetan - Semangatnya untuk demokrasi melebihi keterbatasan fisik yang mereka miliki. Ibu Sri Gunarsih, tiba di kantor Bawaslu Magetan, diantar oleh rekannya sesama penyandang disabilitas. Sementara Ibu Fitri datang sendiri mengendarai sepeda motor matic yang sudah dimodifikasi memiliki tiga roda.
Keduanya merupakan penyandang disabilitas fisik yang tergabung dalam Yayasan Wira Daksa Utama (Widama) Magetan. “Bawaslu Magetan sengaja mengundang Ibu agar kami bisa berdiskusi, mendengar apa yang menjadi evaluasi Ibu saat Pemilu atau pemilihan, agar kami lebih baik ke depan,” kata Ketua Bawaslu Magetan, M. Kilat Adinugroho, saat memberi sambutan pada acara bersama kelompok penyandang disabilitas di Kantor Bawaslu Magetan, Senin, (25/05/2026).
Diskusi berjalan santai, Ibu Sri Gunarsih dan Ibu Fitri banyak bercerita bagaimana pelaksanaan Pemilu atau Pemilihan yang terkadang kurang ramah bagi kaum difabel.
“Kalau di tingkat kabupaten pelayanannya sudah baik bagi kami, akan tetapi saat di TPS memang terkadang masih kurang ya, meskipun hanya sebagian kecil petugas yang seperti itu,” kata Sri Gunarsih, yang juga ketua Widama Magetan.
“Kadang petugas kurang responsif terhadap kelompok penyandang disabilitas, kami masih diperlakukan seperti orang pada umumnya, suruh antre seperti biasa, padahal kami kan harus ada prioritas,” sambung Ibu Fitri.
Anggota Bawaslu Magetan, M. Ramzi, menyampaikan bahwa Pemilu dengan segala tahapannya harus inklusi, adil kepada semua orang, utamanya terhadap kelompok rentan, termasuk kaum difabel tersebut.
“Terimakasih semua cerita dan masukan bagi kami di penyelenggara, artinya ini semua akan menjadi bahan bagi kami dalam rangka memperbaiki kerja-kerja pengawasan, utamanya pada saat tahapan Pemilu nanti,” kata M. Ramzi,
Humas Bawaslu Magetan