Bawaslu Magetan, dan Demokrasi GenZ yang Inklusif
|
Bawaslu Magetan - “Siapa yang berhak memilih dalam Pemilu ?“, tanya M. Ramzi, anggota Bawaslu Magetan yang menjadi narasumber dalam acara pendidikan politik demokrasi dan pengawasan partisipatif di SMAN 1 Kawedanan Magetan, pada Kamis (11/06/2026).
Lalu ada seorang siswa angkat tangan, dengan enteng ia menjawab “Prabowo”. Ruangan di GOR SMAN 1 Kawedanan itu sontak menjadi riuh.
“Iya betul, Prabowo itu mempunyai hak pilih dan hak dipilih,” sambung Ramzi.
Selang beberapa saat, anggota Bawaslu yang juga Koordinator Divisi Pencagahan Parmas dan Humas itu, kembali melontarkan pertanyaan. “Ada berapa calon bupati dan wakil bupati Magetan saat Pilkada kemarin (2024,red),”
Lalu salah seorang siswa yang lain angkat tangan dan menjawab “Jokowi”. Seorang guru berbisik, “itu (dua orang, red) merupakan siswa berkebutuhan khusus”
M. Ramzi menjelaskan bahwa pendidikan pengawas partisipatif bagi Pemula seperti di SMAN 1 Kawedanan itu menjadi contoh baik tentang Pemilu yang Inklusif.
“Kalau Pemilu itu harus inklusif, semua orang mempunyai hak yang sama termasuk kaum penyandang disabilitas, maka program-program Bawaslu Magetan juga harus inklusif, seperti ini contohnya, siswa yang berkebutuhan khusus juga berpartisipasi,” kata Ramzi.
Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak SMAN 1 Kawedanan yang telah memberi waktu dan tempat bagi Bawaslu Magetan, dalam mengisi acara Demokrasi Gen-Z tersebut. “Dan hebatnya lagi, siswa yang berkebutuhan khusus juga dilibatkan,” pungkasnya.
Humas Bawaslu Magetan